Ilustrasi: Kapal Roro yang melintas di Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak dan sebaliknya - (Sumber: Prie)
Pernahkah Anda mendengar tentang kata benda “abstrak”? Benda “abstrak” yaitu benda yang memang tidak bisa kita lihat bentukny dan tidak bisa dijabarkan oleh panca indera.
Benda “abstrak” juga tidak bisa kita raba atau kita lihat menggunakan panca indera. Akan tetapi, kita bisa merasakannya. Disebut benda “abstrak” dalam bahasa sehari-hari yaitu sedih, cinta, marah, rindu (kangen) dan sejenisnya.
Meskipun “kangen” merupakan kata benda “abstrak”. Namun, menurutku “kangen” itu akan berubah menjadi kata kerja dengan sendirinya karena ia akan mulai bekerja saat sesuatu atau seseorang itu sedang berada dikejauhan.
Demi sebuah alasan kata inilah, kemudian penulis bersiap menempuh lebih dari 1.000 kilometer perjalanan darat dari Kotabumi (Ibukota Kabupaten Lampung Utara) menuju Kota Surabaya (Ibukota Provinsi Jawa Timur) menggunakan kendaraan pribadi roda empat untuk menjadikan kata “abstrak” tadi menjadi fakta dengan menemui sang buah hati yang kini menetap di Kota Pahlawan itu.
Rusli, pemijat di Kapal Roro penyeberangan Pelabuhan Bakauheni – Pelabuhan Merak ketika sedang memijatku - (Sumber: Prie)
Setiba di pelabuhan penyeberangan Bakauheni dengan menumpangi kapal Roro, penulis bertolak menuju merak dengan lama pelayaran normal 2,5 jam. Setelah mengikuti arahan petugas kapal, kemudian penulis memparkirkan kendaraan di dek (geladak kapal), lalu naik ke ruang penumpang yang berada di lantai atas dek.
Di ruang penumpang ini tersedia sebuah ruangan ber-AC untuk istirahat para penumpang. Mereka dapat melepas penat di sini sambil rebahan. Namun, untuk dapat menikmati fasilitas ini penumpang dikenakan tambahan biaya sebesar Rp. 15.000 per orang selama pelayaran. Cukup membantu karena para penumpang dapat beristirahat dan tidur sehingga dapat mengembalikan kondisi fisik yang lelah menjadi fresh.
“Pijit Pak, pijit refleksi, bekam!” Ujar seorang lelaki paruh baya berseragam menawarkan jasanya kepada penulis, “Mari Pak, biar nanti kembali segar untuk melanjutkan perjalanan,” tambahnya kepada penulis.
Mengingat perjalanan yang akan penulis tempuh dengan mengendarai sendiri masih cukup jauh, kemudian penulis menerima tawaran jasa lelaki pemijat paruh baya tersebut.
“Sini mas, refleksi kaki saja,” kata penulis memilih salah satu jasa pijat yang lelaki itu tawarkan.
Saat badan terasa pegal dan kaki terasa tidak nyaman, refleksi kaki menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Refleksi kaki adalah pengobatan tradisional dari Cina yang dianggap bisa meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh dengan cara memijat beberapa titik penting pada kaki.
Family Banten Terapis (FBT) Selat Sunda Logo Family Banten Terapis (FBT) Selat Sunda - (Sumber: Prie)
Biasanya, refleksi kaki dilakukan oleh terapis yang berpengalaman agar manfaatnya semakin dirasakan. Sebaiknya ketahui beberapa titik refleksi kaki untuk mengatasi keluhan kesehatan yang kita rasakan, seperti yang saat ini sedang dilakukan oleh lelaki yang sedang memijat refleksi kaki penulis.
Rusli, demikian nama lelaki pemijat kelahiran 1975 asal Menes, Kabupaten Garut dan telah menetap di Kota Serang, Provinsi Banten ini. Rusli mendapatkan keahlian sebagai pemijat refleksi melalui pelatihan selama sebulan oleh sebuah persatuan bernama Family Banten Terapis (FBT) Selat Sunda. Menurut Rusli, selama pelatihan pihak FBT tidak memungut biaya. Peserta atau peminat latihannya pun boleh siapa saja.
Selama memijat Rusli pun menceritakan bahwa dirinya sudah menjalani profesi sebagai pemijat refleksi selama lebih kurang delapan tahun. Rusli juga menceritakan bekerja sebagai seorang tukang pijat tidak selamanya berada di Kapal Roro saja, kadang juga di Kapal Ferry eksekutif ASDP. Pasalnya dia akan selalu berganta-ganti ke kapal reguler lainnya sesuai arahan tugas yang diberikan oleh pihak FBT.
“Tidak selalu dikapal ini, sewaktu-waktu bisa pindah-pindah. Ini kan eksekutif, sewaktu-waktu bisa ngisi juga ke reguler sesuai arahan dari FBT,” ucap Rusli kepada penulis, Selasa, 20 Juni 2023.
Ketika penulis menanyakan lebih lanjut kepada Rusli mengenai kontribusi yang diberikannya kepada persatuan yang memfasilitasi pekerjaannya ini, Rusli menjelaskan bahwa dirinya dikenakan biaya per trip pelayaran sebesar 20 ribu kepada pihak FBT.
“Jumlah kami (Pemijat refleksi di kapal, Red) ada 70 orang yang tergabung di FBT ini Pak. Kami mendapatkan arahan harus berada dikapal mana oleh FBT,” jelas Rusli sambil memijat, “Seperti orang dagang Pak, kadang ada penumpang kapal yang memakai jasa kami, kadang juga dalam 1 trip pelayaran kosong, tidak satu pun yang memakai jasa kami,” jelasnya lagi.
Tarif yang dikenakan adalah 50 ribu untuk pijat refleksi kaki, sementara untuk bekham sebesar 100 ribu dan untuk pijat refleksi plus pijat tubuh sebesar 100 ribu. Lebih lanjut Rusli menjelaskan bahwa dirinya dalam 1 trip pelayaran bisa mendapatkan 1 sampai 2 orang pemakai jasa.
“Selesai Pak,” ucap Rusli kepada penulis setelah lebih kurang 45 menit melakukan pijatan sambil membersihkan sisa-sisa minyak pada kaki penulis.
“Terima kasih banyak Pak,” kata bapak tiga orang anak ini, “Semoga perjalanan bapak lancar, dan selamat sampai tujuan,” lanjutnya lagi.
Tak berapa lama berselang, kapal Roro yang penulis tumpangi pun bersandar di pelabuhan Merak. Efek langsung yang penulis rasakan adalah peredaran darah menjadi lancar, pegal dan kaku di kaki mulai berkurang dan badan terasa menjadi lebih ringan. (Prie)
*****
Artikel berjudul: Catatan Perjalanan #1
-Menilik Pengais Rezeki Tukang Pijat di Kapal Roro- Oleh: Suprianto (Prie) ini sebelumnya pernah dimuat oleh media online 𝗣𝗿𝗮𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗡𝗲𝘄𝘀, portal berita yang menyajikan berbagai kabar dan informasi terhangat yang disajikan oleh reporter profesional dari dalam negeri maupun manca negara, pada 22 Juni 2023, dengan editor 𝗝𝗛𝗞.
https://pratamamedia.com/catatan-perjalanan-1-menilik-pengais-rezeki-tukang-pijat-di-kapal-roro/?fbclid=IwAR1FsT-OtrSVkgkLgngooQgrqv3L5vez2ErDku_fI78NxPzubgUm0xH8tTw
Wow😮 mantap
BalasHapusTerimakasih sdh singgah di blog untuk membaca 🙏
HapusPosting Komentar