Tulisan ini terinspirasi dari Ngaji Diri, Ngaji Rasa, Ngaji Hate pada salah satu chanel youtube berbahasa sunda, Abuya Uci Turtusi. Beliau adalah seorang ulama dan pendakwah Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten.
Abuya Uci Turtusi adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok yang menggantikan ayahnya, Abuya KH. Dimyati bin KH. Romli, yang meninggal pada awal 2001. Sementara Abuya Uci sendiri wafat pada Selasa, 6 April 2021. (Sumber: Wikipedia).
*****
Seorang santri yang setiap hari rajin sholat ke masjid, suatu hari berkata kepada Kiai;
"Kiai, mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"
"Lho kenapa?"
"Karena di masjid saya menemukan orang-orang yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan handphone nya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain"
Sang kiai pun berpikir sejenak dan berkata;
"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada setetespun air yang tumpah"
Sang santri pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati-hati, hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.
Setibanya kembali di rumah kiai, sang kiai bertanya;
"Apakah ada yang tumpah?"
"Tidak"
"Apakah di masjid tadi ada orang-orang yang sibuk main handphone dan membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang kiai lagi.
"Wah, saya tidak lihat dan dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas"
Sang kiai pun tersenyum lalu berkata;
"Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".
*****
Dengan dasar apa pun, alasan mem-bully, menghina, menyudutkan orang lain dilarang dalam ajaran yang kita yakini. Bukan saja karena menimbulkan perasaan malu bagi korban karena kehormatan dirinya dijatuhkan, tapi juga terselip perasaan bahwa kita yang melakukannya lebih baik dari orang lain. Seolah kita berhak melecehkan orang lain, atau bisa jadi terselip perasaan iri hati bahwa orang lain itu lebih baik dari kita, dan untuk menutupi ketidaksukaan kita akan kelebihan orang lain, maka kita mem-bully-nya.
Jangan terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain, tapi kita tak pernah mencari kesalahan kita sendiri. Kita tanpa sadari mungkin sering bahkan sangat sering menjadikan diri orang lain sebagai sumber cemohan, sumber salah, dan sebagainya. Namun jarang menjadikan diri orang lain sebagai cerminan kita untuk melihat apakah kita sudah menjadi lebih baik?
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Al-Quran yang artinya kurang lebih;
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS: Al-Hujurat, Ayat: 11).
Islam sebagai agama yang humanis mengajarkan kepada umatnya agar menghindar dari perilaku merasa paling benar dan diperintahkan untuk selalu melakukan koreksi diri (muhasabah), serta meluruskan niat untuk kebaikan daripada mencari kesalahan pribadi orang lain yang belum tentu lebih buruk dihadapan Allah SWT. Akhlak Islam yang baik adalah akhlak yang menjaga, menjaga perasaan, sikap, termasuk perkatakan yang dikeluarkan mulut dan perbuatan yang dilakukan tangan, begitupun dengan pemikiran. Islam mengajarkan demikian untuk memunculkan kedamaian dan persatuan.
*****
Akhirnya Muhasabah adalah cara yang selalu harus dilakukan sebagai kebutuhan dalam diri manusia, karena memberi banyak manfaat dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Muhasabah adalah meneliti perbuatan kita pada masa lalu dan masa kini, apakah ia merupakan perbuatan baik atau perbuatan buruk. Dengan muhasabah diri, perbuatan baik pada masa lalu bisa ditingkatkan pada masa depan, baik kualitasnya maupun kuantitasnya.
Seperti pesan yang penulis ingat dari salah seorang yang merupakan sahabat penulis ketika SMP, bernama Amri, pada sebuah acara Halalbihalal Alumni SMPN 1/82 Kotabumi pada Kamis, 27 April 2023 yang Artikelnya pernah dimuat oleh media online Pratama Media News.
Amri mengatakan, bahwa hidup didunia ini singkat, ibaratnya hanya sekedar mengaso untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Kemudian lebih luas dijabarkan pada acara Halalbihalal tersebut oleh salah seorang sahabat penulis yang juga Alumni SMPN 1/82 Kotabumi, bernama Firman Yani, mengatakan bahwa kita sekarang ini sudah memasuki fase perjalanan pulang. Mari mulai sekarang kita tinggalkan semua hal yang akan menghambat perjalanan kita tersebut dengan menjaga empat panggilan untuk mempersiapkan satu panggilan.
Panggilan pertama, merupakan panggilan harian yaitu panggilan untuk melaksanakan salat lima waktu. Panggilan kedua adalah panggilan mingguan yaitu panggilan untuk melaksanakan salat jumat yang merupakan kewajiban bagi laki-laki.
Panggilan ketiga merupakan panggilan tahunan, berupa melaksanakan puasa pada bulan suci Ramadan, seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran Surat Albaqoroh Ayat 183 agar kita menjadi orang yang takwa. Panggilan keempat merupakan panggilan sekali seumur hidup bagi kita yang mampu yaitu melaksanakan rukum islam kelima, ibadah haji.
Menurut Firman Yani, keempat panggilan tersebut wajib kita jaga dan tunaikan, termasuk pada hal-hal yang bisa mengurangi kualitasnya, demi untuk menjaga panggilan kelima yaitu panggilan terakhir menuju dunia akhirat, menghadap Illahi Rabbi. [Prie]
Bagus sekali, lanjutkan ide dan gagasannya agar tercerahkan kami semua, aamiin
BalasHapusSyukron π
HapusAlhamdulillah, dengan adanya blog ini, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, aamiin
BalasHapusSyukron ππ
HapusAlhamdulillah, semoga sukses selalu ππ
BalasHapusAamiin. Makasih Win, salam buat keluarga π
HapusSama sama mas prie, salam juga buat keluarga
BalasHapusπππ
HapusBarakallahu Fik...ditunggu artikel lainnya.
BalasHapusπππ
HapusWah mantap nih mas isi blognya.. Semoga sukses terus karya nya..
BalasHapusAamiin Yaa Mujibassaillin π€²
HapusSemoga lancar dan sukses pk hi
BalasHapusπππ
HapusKeren artikel nya pak haji. Sukses terus. Amin...
BalasHapusSyukron πππ
HapusMantap renungan nya pak Hi
BalasHapusSyukron πππ
HapusInovatif uptodate
BalasHapusπππ
HapusMantab ..sangat bermanfaat untuk diriku khususnya..π
BalasHapusSyukron ππ
Hapuswah wah π
BalasHapusπππ
HapusMantap...sukses slalu psk prie
BalasHapusSyukron π
HapusMantap ji
BalasHapusSyukron π
HapusHapus
Posting Komentar